02478 2200229 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001800122084002400140100001900164245016300183250000600346260004400352300003100396700005300427500173400480650001702214990001702231INLIS00000000000060220260127093544 a0010-0523000144ta260127 j 1 ind  a978-602-291-145-6 a899.221.308.2 a899.221.308.2 YAN m0 aYanti Herawati1 aMelihat Dunia :bdelapan tahun pergulatan memahgami anak gifted dengan kekeluarbiasaan ganda /cYanti Herawati ; penyunting, Pratiwi Utami dan Nurjannah Intan a- aYogyakarta :bPT Bentang Pustaka,c2016 a332 :bilus. ;c20.8 cme-0 aPratiwi Utami dan Nurjannah Intan ( Penyunting ) aKetika melahirkan putra keduanya, Izzan, Yanti menyadari bahwa jalan hidupnya akan berbeda. Anak ini nyaris kehilangan nyawa saat lahir akibat alergi parah yang diderita ibunya. Ketika berusia 4 minggu, dokter menemukan bahwa katup lambung Izzan tak mau menutup. Izzan pun harus menghabiskan masa batitanya dari satu terapi pengobatan ke terapi lainnya. Ketabahan Yanti rupanya terus diuji. Seiring tumbuh kembangnya, Izzan menunjukkan bahwa dirinya adalah anak yang hanya mau berkomunikasi atas keinginannya sendiri, selalu menghancurkan permainan edukatif, merusak hampir seluruh peralatan elektronika, serta tidak pernah mau diam jika dibacakan sebuah cerita. Oleh psikolog, Izzan mendapat berbagai diagnosis psikologis, mulai dari hiperaktif, autism spektrum disorder, aspeger syndrom, gangguan sensori integrasi, dan gangguan mobilitas. Di sisi lain, kecerdasan Izzan meningkat pesat. Pada usia 6 tahun 8 bulan ia telah mampu mengerjakan materi matematika yang setara untuk anak usia 15 tahun. Izzan bahkan berhasil menemukan rumus-rumus matematika lewat observasinya sendiri, tanpa sedikit pun pernah mengakses buku teks tentang petunjuk-petunjuk rumus tersebut. Di tengah kebiasaan masyarakat umum yang cenderung menilai negatif perilaku berlebih pada anak, Yanti mencoba melakukan pendekatan berbeda. Alih-alih memaksakan Izzan mengikuti kurikulum sekolah formal, Yanti mencoba menerapkan metode discovery dan experiental learning. Dengan detail, Yanti menstimulus kecerdasan Izzan dengan melakukan observasi dan fokus pada pembelajaran-pembelajaran yang paling menarik minatnya. Yanti percaya bahwa cara Izzan “melihat dunia” tidaklah sama dengan kebanyakan orang. Izzan melihat dengan cara yang luar biasa. 4aKesusastraan a00012/K/2018