01684 2200241 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082000800118084001400126100002900140245011100169250000600280260003400286300002900320700003200349700003500381700003500416520097400451990001701425INLIS00000000000087620260420104135 a0010-0823000040ta260420 b 1 ind  a979-752-276-8 a813 a813 ARA c0 aArafat Nur ( Pengarang )1 aCinta MahaSunyi /cArafat Nur ; ilustrasi, M.Isa Pramana ; penyunting, Salman Iskandar dan Beina Pramantya a- aBandung :bDar ! Mizan,c2005 a176 :bilus. ;c17 cme-1 aM.Isa Pramana ( Ilustrasi )0 aSalman Iskandar ( Penyunting )0 aBeina Pramantya ( Penyunting ) a"Yanti nggak mau Kakang cepat mati!" "Kenapa?" "Karena Yanti cinta ...." Dada Inin begitu sesak. Tiba-tiba, Yanti membicarakan cinta di tengah situasi genting, menjelang puncak perlawanan GAM terhadap pemerintahan pusat. Gadis itu tidak terlihat ketakutan, bahkan sejak pagi, ketika orang-orang Jawa trans di Aceh panik lari kian kemari. Yanti seperti mengikuti arus saja. Atau, mungkin ketegangannya sudah sampai ke puncak sehingga dia tidak sanggup menanggungnya lagi? Ah, perang telah mengubah segalanya, kecuali perasaan Inun dan Yanti. Namun, apakah cinta mereka tetap bertahan? Ataukah, cinta mereka berakhir dengan kesunyian? Jiwa Inun bergetar. Luruh dalam duka, Cinta Mahasunyi yang terasa abadi! DAFTAR ISI Satu --9 Dua ---19 Tiga ---27 Empat ---41 Lima ---49 Enam ---65 Tujuh ---77 Delapan ---83 Sembilan ----93 Sepuluh ----105 Sebelas ----111 Dua belas ----121 Tiga belas ----131 Empat belas ----137 Lima belas ----147 Enam belas ----157 Tujuh belas ----167 a00041/K/2008